Apa Itu Creating Shared Value?
Creating Shared Value adalah pendekatan bisnis di mana perusahaan menciptakan nilai ekonomi dengan cara yang juga menciptakan nilai sosial.
Bukan charity. Bukan filantropi.
Tapi bisnis yang dirancang sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
Dalam konteks pangan dan gizi, CSV berarti:
Perusahaan menjalankan operasional dengan cara yang juga menyelesaikan masalah gizi di daerah.
Misalnya, perusahaan HORECA mengurangi food waste dengan cara yang juga menyediakan pangan untuk program gizi komunitas.
Atau perusahaan manufaktur pangan berinvestasi pada petani lokal untuk menjamin pasokan bahan baku berkualitas, yang pada saat yang sama meningkatkan pendapatan petani.
Cara Anda Menyimak Stuka Episode 2 Bagian 3
untuk mempercepat pemahaman Anda, kami mendesain materi Stuka bisa Anda simak sampai selesai dalam versi video dan audio.
Kami merekam Stuka beserta slide, jika Anda ingin simak Stuka dalam versi video.
Anda bisa simak Stuka versi video via Youtube, sebagaimana yang kami lampirkan di bawah.
Jika Anda ingin simak Stuka sambil melakukan aktivitas lain, seperti memasak, menyetir, membersihkan rumah, dan semisal, maka Anda bisa simak via audio.
Anda bisa simak Stuka versi audio via spotify, sebagaimana yang kami lampirkan tombolnya di bawah.
**
Anda boleh membagikan halaman ini kepada orang yang sepertinya membutuhkan materi ini.
Semoga bermanfaat 🙂
Stuka Versi Video
Stuka Versi Audio
Bagaimana CSV Bekerja dalam Praktik?
Mari kita lihat contoh konkret.
Contoh 1: Pengurangan Food Waste di Industri HORECA
Industri HORECA menghasilkan food waste yang besar. Food waste ini adalah limbah yang seharusnya tidak ada.
Namun, dengan pendekatan CSV, food waste bisa dikelola dengan cara yang menciptakan nilai.
Misalnya:
- Sisa makanan yang masih layak konsumsi dikumpulkan dan diproses menjadi produk yang bisa dijual (misalnya, produk olahan yang bernilai tambah tinggi).
- Atau sisa makanan dikumpulkan dan diberikan kepada program gizi komunitas dengan cara yang terorganisir dan berkelanjutan.
Dalam kedua kasus ini, perusahaan mengurangi biaya pembuangan limbah. Pada saat yang sama, masyarakat mendapatkan manfaat.
Contoh 2: Investasi pada Petani Lokal
Perusahaan manufaktur pangan membutuhkan bahan baku berkualitas dengan harga stabil.
Namun, petani lokal sering menghadapi tantangan: akses ke teknologi terbatas, akses ke pasar terbatas, risiko produksi tinggi.
Akibatnya, petani lokal tidak bisa menyediakan bahan baku berkualitas dengan harga stabil.
Dengan pendekatan CSV, perusahaan berinvestasi pada petani lokal:
- Memberikan akses ke teknologi pertanian modern.
- Memberikan akses ke pasar yang stabil (perusahaan menjamin membeli hasil panen petani dengan harga yang adil).
- Memberikan pelatihan manajemen usaha.
Hasilnya?
Petani lokal bisa meningkatkan produktivitas dan pendapatan. Perusahaan bisa mendapatkan bahan baku berkualitas dengan harga stabil. Masyarakat lokal bisa mendapatkan manfaat dari peningkatan ekonomi lokal.
Semua pihak menang.