Mengapa banyak program gizi berhenti setelah pelatihan? Atau hilang setelah pimpinan berganti?
Kami merancang Model EcoFun bukan sebagai solusi instan—tapi sebagai kerangka kolektif yang bisa diwariskan.
Kalau Anda pernah frustrasi karena program sekolah sehat tidak berlanjut, atau karena pelatihan gizi hanya jadi laporan—Anda tidak sendiri. Model EcoFun lahir dari kelelahan itu.
Apa itu Model EcoFun?
Model EcoFun adalah pendekatan perubahan perilaku makan bergizi seimbang yang dikembangkan oleh MWA Training & Consulting, diprakarsai oleh Dr. Ir. Yayuk FB dan Wilaga AK, M.Si.
Model EcoFun bukanlah model yang baru. Model EcoFun adalah penggabungan dari 2 model yang telah ada sebelumnya, yaitu:
- Eco dari Ecology (lingkungan perilaku dan sistem). Perubahan perilaku yang diprakarsai oleh McLeroy.
- Fun dari Funnel (alur perubahan perilaku). Kita mudah menemukan pada usaha pemasaran, untuk mengarahkan perilaku pembelian.
Model ini menggabungkan perspektif ekologi perilaku (multi-level influence) dan pendekatan funnel bertahap (dari kesadaran → pertimbangan → aksi → promosi).
Pada artikel ini, selain bahas mengenai definisi, kita akan bahas tujuan, struktur, dan metode implementasi model EcoFun.
(via Google Drive)
Tujuan & Struktur Model EcoFun
Model ini bertujuan agar:
- Program perubahan perilaku tidak bersifat hit & run
- Intervensi dilakukan secara kolektif lintas tingkat
- Sehingga, hasilnya berdampak nyata dan berkelanjutan
Untuk mencapai tujuan ini, Model EcoFun disusun sebagai tabel 5×4:
- Sumbu vertikal: tingkat pengaruh (intrapersonal hingga kebijakan).
- Sumbu horizontal: tahap funnel (kesadaran hingga promosi).
- Setiap sel dapat diisi dengan jenis intervensi yang sesuai tergantung konteks (pendidikan, perusahaan, pemerintah daerah, komunitas), pada perpotongan intrapersonal-kebijakan dan kesadaran-promosi.
- Intrapersonal – pengetahuan, sikap, keterampilan, karakteristik individu.
- Interpersonal – keluarga, teman, kolega.
- Institusi/Organisasi – tempat kerja/sekolah, tempat bertemunya kumpulan interpersonal pada wadah formal.
- Komunitas – norma budaya, struktur sosial, tempat bertemunya kumpulan interpersonal pada wadah informal.
- Kebijakan – regulasi dan kebijakan, mengatur hubungan interpersonal dalam ekosistem.
Dan bergerak dalam 4 tahap perubahan perilaku:
- Kesadaran, bertujuan untuk memindahkan dari tidak tahu menjadi tahu.
- Pertimbangan, bertujuan untuk memindahkan pengetahuan menjadi ketertarikan.
- Aksi, bertujuan untuk memindahkan ketertarikan menjadi perilaku tertentu.
- Promosi, bertujuan untuk perilaku menjadi memengaruhi perilaku orang lain.
Metode Implementasi Model EcoFun
Tahap 1 – Identifikasi Konteks & Masalah Utama
Tujuan: Menemukan simpul masalah nyata yang berkaitan dengan kebiasaan makan atau praktik pangan di lapangan.
Langkah:
- Observasi kebiasaan sehari-hari di lingkungan target (misal: siswa, staf, warga binaan, karyawan).
- Lakukan tanya jawab sederhana:
“Apa yang paling umum dikonsumsi setiap hari? apa masalah yang mungkin terjadi atas kebiasaan ini?”
“Apa yang dikhawatirkan tapi sulit diubah?”
“Pernah ada program serupa? Apa yang membuatnya tidak lanjut?” - Rumuskan simpul masalah. Misal: “Siswa lebih memilih jajanan berwarna mencolok daripada membawa bekal dari rumah.”
Tahap 2 – Rumuskan Tujuan Perilaku Spesifik
Tujuan: Menetapkan target perubahan perilaku yang konkret, terukur, dan relevan.
Langkah:
Gunakan formula:
“(Siapa) akan (berbuat apa) sebanyak (berapa kali/frekuensi) dalam waktu (berapa lama), dan hasilnya bisa diukur melalui (apa indikatornya).”
Contoh:
“Siswa kelas 4–6 akan membawa bekal sehat minimal 3 kali seminggu selama 2 bulan, dan dapat menyebutkan minimal 3 manfaat makan bergizi seimbang.”
Tahap 3 – Analisis Fase Funnel Perilaku
Tujuan: Memahami proses perubahan perilaku sebagai perjalanan bertahap, dan menyusun strategi berbeda di setiap fase.
Catatan: Tahap Funnel ini bukan hanya untuk konsumen, tapi juga berlaku untuk guru, orang tua, staf, bahkan kepala lembaga, kita akan membahasnya pada tingkat pengaruh, seletelah ini.
Tahap 4 – Analisis Aktor Pada Tiap Tingkat Pengaruh
Tujuan: Menentukan siapa yang berperan pada tingkat pengaruh dalam matriks EcoFun.
Tahap 5 – Isi Matrks Ecofun Secara Bertahap (5×4)
Tujuan: Merancang dan memetakan aktivitas perubahan perilaku secara sistemik dan bertahap di semua lapisan pengaruh dan tahap funnel, serta masuk akal untuk dilakukan.
Catatan: Tidak semua sel harus diisi sejak awal. Bisa dimulai dari 1 baris (misal: Intrapersonal) lalu ditingkatkan seiring waktu.
Tahap 6 – Pantau, Dokumentasikan, & Kalibrasi
Tujuan: Memastikan ada perubahan nyata, meskipun kecil, dan bisa digunakan untuk perbaikan atau diseminasi.
Langkah:
- Buat log funnel: siapa sudah ada di tahap mana?
Contoh:- “20 siswa: tahap awareness (baru nonton video)”
- “10 siswa: tahap action (ikut tantangan bekal)”
- Simpan foto, testimoni, dan cerita pendek dari peserta.
- Evaluasi per minggu/bulan: apa yang berhasil, apa yang perlu disederhanakan?
- Jika berhasil: duplikasi ke kelas lain / lokasi lain.
Model EcoFun bukan sekadar kerangka teknis—ia adalah jembatan antara idealisme dan implementasi. Kita tahu, perubahan kebiasaan makan bukan persoalan satu sekolah, satu instansi, atau satu program. Ia tumbuh dari aksi kecil yang dilakukan bersama, oleh banyak aktor, pada waktu yang tepat.
Maka, jika Anda membaca ini dan membayangkan rekan kerja, kepala sekolah, staf lapangan, atau tim CSR Anda yang perlu ikut duduk bareng memetakan perubahan—jangan simpan sendiri.
Bagikan halaman ini ke kolega Anda. Jadikan ini awal diskusi bersama: bagaimana kita bisa merancang kebiasaan makan bergizi seimbang untuk SDM yang lebih sehat dan cerdas di masa depan.
🎁 Butuh alat bantu konkret untuk memulai?
Kami telah menyiapkan template EcoFun siap cetak: berisi matriks 5×4, checklist 6 langkah implementasi, dan contoh program untuk sekolah, pemda, NGO, dan CSR.
(via Google Drive)